PENCEGAHAN DAN
PERLINDUNGAN KEBAKARAN
A. BAHAYA KEBAKARAN DAN TANGGUNG JAWAB
A. BAHAYA KEBAKARAN DAN TANGGUNG JAWAB
Pada dasarnya kejadian kebakaran adalah merupakan
ancaman bagi kehidupan, karena pada umumnya kejadian kebakaran akan membawa
kerugian harta benda yang tidak sedikit, bahkan tidak jarang mengakibatkan
jatuhnya korban jiwa.
Disamping itu terjadinya suatu kebakaran secara
langsung akan mempengaruhi kegiatan pelaksanaan pekerjaan atau
kegiatan-kegiatan lainnya.
Penanggulangan kebakaran tidah hanya merupakan
tanggung jawab petugas pemadam kebakaran terapi juga tanggung jawab bersama,
mengingat :
1.
Akibat daru
suatu peristiwa kebakaran secara langsung akan mempengaruhi jalannya pekerjaan
dalam mencapai prestasi
2.
Terbatasnya jumlah
personil dan fasilitas pemadam kebakaran
3.
Luas wilayah
yang harus mendapat perhatian dari petugas pemadam kebakaran, serta kemungkinan
adanya tempat-tempat yang sulit dicapai apabila tejadi kebakaran
4.
Adanya
bermacam-macam kegiatan yang sulit untuk pengaturan dan pengawasan.
B.
BAHAYA KEBAKARAN
Pada dasarnya bahaya kebakaran dapat digolongkan
atas 3 tingkat yaitu “
1.
Tingkat bahaya
ringan ( light hazard )
Adalah suatu keadaan
dimana terdapat sejumlah benda-benda kecil yang terbakar atau yang mudah terbakar,
dan hanya akan menimbulkan bahaya ringan apabila terjadi kebakaran serta
meluasnya kebakaran sulit terjadi.
2.
Tingkat bahaya
sedang ( ordinary hazard )
Adalah suatu keadaan
dimana terdapat dalam jumlah cukup besar banda-benda yang dapat terbakar /
mudah terbakar, dan akan menimbulkan bahaya relatife cukup besar apabila
terjadi kebakaran, serta meluasnya kebakaran akan dapat berlangsung secara
cepat.
3.
Tingkat bahaya
berat ( extra hazard )
Adalah suatu keadaan
dimana terdapat benda-benda yang dapat terbakar atau mudah terbakar dalam
jumlah yang besar, dan akan menimbulkan bahaya besar apabila terjadi kebakaran,
serta meluasnya kebakaran akan dapat berlangsung secara cepat.
C.
FAKTOR PENYEBAB KEBAKARAN
Terjadinya kebakaran dapat disebabkan beberapa
faktor, antara lain sebagai berikut :
1.
Faktor manusia
2.
Faktor peralatan
3.
Faktor alam
4.
Faktor benda /
barang berbahaya
5.
Faktor
kecelakaan
D.
PROSES TERJADINYA KEBAKARAN
Terjadinya kebakaran adalah merupakan suatu proses
yang berkelanjutan, dimana proses tersebut juga merupakan peristiwa reaksi
kimia, dengan unsur-unsur yang terlibat didalamnya anatara lain :
1.
Adanya bahan
bakar dan benda-benda yang dapat terbakar
2.
Adanya gas
oksigen / O2 yang jumlah persentasenya cukup memeadai untuk proses pembakaran
3.
Adanya sumber
nyala yang dapat menimbulkan kebakaran
E.
PENANGGULANGAN KEBAKARAN
Telah kita ketahui bahwa dari suatu kejadian
kebakaran dapat menimbulkan bermacam-macam akibat, antara lain dapat
menimbulkan korban jiwa dan harta benda
Tentunya kejadian tersebut tidak kita inginkan, oleh
karena itu dipikirkan tindakan dalam penanggulangannya.
Pada umumnya penanggulangan bahaya kebakaran dapat
dibagi menjadi 3 tingkat, meliputi :
1.
Mencagah terjadinya kebakaran
Mencegah
terjadinya kebakaran adalah merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan guna
mencegah terjadinya kebakaran
Tindakan-tindakan
itu harus dilakukan oleh setiap orang untuk itu diharapkan pengertian dan
kesadaran agar dapat melaksanakan apa yang menjadi tujuan, maka perlu adanya
pengarahan dan bimbingan mengenai pencegahan bahaya kebakaran kepada semua
orang, khususnya yang berada disekitar lingkungan kerja.
2.
Perlindungan bahaya kebakaran
Perlindungan
bahaya kebakaran adalah tindakan yang dilakukan guna melindungi dari bahaya
kebakaran, sehingga tidak terbakar dalam turut waktu tertentu atau mencegah
meluasnya kebakaran ketempat lain sebelum penanggulangan lebih lanjut
3.
Pemadam kebakaran
Pemadam
kebakaran adalah salah satu tindakan dalam penanggulangan kebakaran bersifat
represif
.
F. TINDAKAN UMUM
PENCEGAHAN KEBAKARAN DAN PERLINDUNGAN BAHAYA KEBAKARAN
Sehubungan dengan adanya beberapa faktor penyebab
kebakaran, dan perlindungan terhadap bahaya kebakaran.
1.
Tindakan-tindakan
yang perlu dilakukan untuk pencegahan kebakaran dan perlindungan bahaya
kebakaran.
a.
Memberikan
pengertian kepada pegawai/pekerja di lingkungan kerja , tentang masalah
pencegahan kebakaran dan perlindungan bahaya kebakaran
b.
Latihan
pengumuman alat-alat pemadam dan cara-cara pelaksanaan pemadam yang bersifat
pemadam pertama.
c.
Periksa, tanggap
dan teliti terhadap keadaan sekitar lingkungan yang berhubungan dengan masalah
kebakaran.
2.
Tindakan yang
dilakukan guna pencegahan kebakaran yang disebabkan oleh peralatan lain, antara
lain yaitu :
a.
Adanya peraturan
tentang standar / tolak ukur dalam hal pembuatan suatu barang
b.
Pengawasan,
peneliti dan pengujian terhadap kualitas barang
c.
Petunjuk
pengguna dari suatu barang
d.
Pengawasan
jangka waktu pengguna barang
3.
Tindakan yang
disebabkan oleh alam, antara lain:
a.
Adanya
penelitian terhadap kemampuan orang-orang yang akan melakukan sesuatu
pekerjaan.
b.
Adanya
pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
G. KETENTUAN UMUM PENCEGAHAN KEBAKARAN
1.
Penempatan dan pengaturan barang, antara lain :
a.
Tidak boleh
menyimpan barang-barang secara campur
b.
Pada tempat
penyimpanan barang tersedia alat pemadam
c.
Dilarang
menyimpan bahan bakar, lap bekas bahan bakar, dan barang berbahaya pada tempat
penyimpanan barang.
2.
Penenpatan alat pemadam, antara lain
a.
Alat pemadam
yang ditempatkan harus sesuai dengan jenis kebakaran yang mungkin terjadi.
b.
Alat pemadam
harus terlihat dengan jelas
c.
Alat pemadam
yang ditempatkan harus mudah diambil
3.
Latihan penggunaan alat-alat pemadam
4.
Peraturan pencegahan kebakaran dan perlindungan
bahaya kebakaran
5.
Pemeriksaan / penelitian dan pengawasan pencegahan
kebakaran harus dilakukan secara terus menerus terhadap keadaan, kejadian atau
kegiatan disekitar lingkungan kerja, antara lain :
a.
Tempat-tempat
prmbuangan sampah
b.
Tempat-tempat
dan pelaksanaan pengisian bahan bakar
c.
Tempat-tempat
penyimpanan dan memperbaiki pesawat terbang
d.
Kendaraan-kendaraan
yang keluar masuk apron
e.
Alat-alat pemadam
yang ditempatkan
H. PERATURAN
PENCEGAHAN KEBAKARAN
1.
Peraturan pengisian dan pengosongan bahan bakar
pesawat udara didarat
2.
Bahaya kebakaran dapat terjadi pada pelaksanaan
pengisian / pengosongan bahan bakar
a.
Listrik statis
Listrik
statis adalah penimbunan muatan listrik statis dapat terjadi antara lain :
tindakan pengamanan guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat di akibatkan
listrik statis adalah dengan cara melaksanakan bonding dan groding sebelum
pelaksanaan pengisian atau pengosongan bahan bakar yaitu :
1.
Sewaktu
melakukan pengisian atau pengosongan bahab bakar
2.
Pada saat
pesawat udara melakukan pergerakan didarat atau diudara
3.
Kendaraan-kendaraan
atau peralatan yang berada ban karet dan sebagainya
b.
Kegiatan
pelaksanaan pengisian / pengosongan bahan bakar
Pada waktu pelaksanaan
ini dapat terjadi bahaya kebakaran yang di akibatkan antara lain
1.
Para petugas
pelaksana tidak ahli dalam bidangnya
2.
Kecerobohan atau
kelalaian
3.
Terjadinya
limpahan bahan bakar
c.
Kegiatan lain
dalam lingkungan tempat pengisian / pengosongan bahan bakarantara lain
1.
Adanya perbaikan
pesawat udara dimana sedang dilakukan pengisian atau pengosongan bahan bakar
2.
Adaanya
kendaraan. Peralatan atau orang-orang yang melintasi daerah pengisian atau
pengosongan bahan bakar
d.
Kegiatan /
kejadian disekitar lingkungan tempat pengisian / pengosongan bahan bakar antara
lain :
1.
Kegiatan
diaekitar pengisian / pengosongan bahan bakar yang dapat menimbulkan sumber
nyala
2.
Penggunaan
alat-alat penerang
3.
Keadaan cuaca
yang buruk seperti terjadinya petir
PENGETAHUAN DASAR API
Seperti
telah dikemukakan di atas reaksi terjadinya api dari tiga jenis yang dapat
terjadinya api dari tiga jenis unsur yaitu :
1.
Fuel ( bahan bakar )
a.
Pengertian Fuel
( bahan bakar )
Fuel ( bahan bakar ) adalah
semua jenis yang dapat terbakar
b.
Jenis bahan
bakar
Bahan bakar pada
umumnya terbagi atas 3 ( tiga ) jenis, antara lain :
1.
Jenis bahan
bakar padat
2.
Jenis bahan
bakar gas
3.
Jenis bahan
bakar cair
c.
Sifat umum bahan
bakar :
Setiap jenis bahan
bakar mempunyai sifat-sifat khusus, tetapi pada prinsipnya semua jenis bahan
bakar mempunyai sifat-sifat umum, antara lain :
1.
Mudah terbakar
2.
Dapat terbakar
d.
Cara
penanggulangan / pemadaman api
e.
Secara efektif
dan efesien dalam penanggulangan / pemadaman api, maka salah satu hal yang
penting adalah mengetahui cara yang dipergunakan dalam pemadaman api.
Pada
dasarnya untuk pelaksanaan pemadaman api terdapat 4 ( empat ) cara. Dan dari
keempat cara tersebut kita dapat memilih cara mana yang paling tepat untuk
dipergunakan tergantung dari situasi dan kondisi yang teajadi.
Keempat
cara tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Pemadam api
dengan cara mendinginkan
b.
Pemadam api
dengan cara menurunkan prossentase O2
c.
Pemadam api
dengan cara reaksi pembakaran
2.
Oksigen / O2 ( zat asam )
a.
Pengaertian
Oksigen / O2 ( zat asam )
Oksigen / O2 ( zat asam
) adalah suatu jenis gas yang sangat diperlukan dalam proses kehidupan bagi
semua mahluk
b.
Proses oksigen /
O2 di udara :
Udara terdiri atas
bermacam-macam gas dengan komposisi sebagai berikutn:
1. Gas nitrogen / N2 : ± 78%
2. Gas oksigen / O2 : ± 21%
3. Gas karbon di oksida : ± 1%
Jumlah
gas oksigen / O2 yang prosentasenya 21% inilah yang selalu dibutuhkan untuk
proses kehidupan.
c.
Fungsi oksigen /
O2 pada terjadinya api ( pembakaran )
Gas
olsigen merupakan salah satu unsur yang harus ada, sehingga tanpa oksigen api
tidak dapat terjadi.
Pada
keadaan normal, dimana jumlah prosentasenya gas oksigen di udara adalah 21%
merupakan satu jumlah yang cukup memadai untuk suatu proses terjadinya api, dan
jumlah minimal prosentasi oksigen diudara yang masih dapat membantu dalam
proses tejadinya api adalah 15%.
3.
Source of ignation ( sumber nyala )
1.
Pengertian
sumber panas dan sumber nyala
a.
Sember panas
adalah semua benda atau kejadian yang menimbulkan panas
b.
Sumber nyala
adalah semua benda atau kejadian yang menghasilkan atau menimbulkan panas pada
suatu tingkat temperatur tertentu dan telah dianggap berbahaya bagi timbulnya
api / kebakaran.
2.
Terjadinya
sumber nyala
Ada beberapa faktor
penyebab terjadinya sumber nyala, antara lain :
a.
Sumber nyala
terjadi karena proses / peristiwa alam
b.
Sumber nyala
terjadi karena proses / peristiwa kimia
c.
Sumber nyala
terjadi karena proses / peristiwa listrik
d.
Sumber nyala
terjadi karena proses / peristiwa mekanik
e.
Sumber nyala
terjadi karena proses / peristiwa nuklir.
KLASIFIKASI API
Pada
dasarnya semua api yang tejadi adalah sama, tetapi kalau dilihat dari jenis
benda atau jenis bahan bakar dimana api tersebut jadi, maka api tersebut dapat
disebabkan atas beberapa kelas yaitu :
1.
Apabila api yang
terjadi dari benda atau bahan bakar padat, maka api tersebut tergolong dalam
kelas A
2.
Apabila api yang
terjadi dari jenis benda / bahan bakar cair atau gas, maka api tersebut
tergolong dalam api kelas B
3.
Apabila api yang
terjadi dari semua jenis benda atau bahan bakar, dimana api tersebut mengandung
aliran listrik. Maka api tersebut tergolong dalam api kelas C
4.
Apabila api yang
terjadi dari benda-benda metal / logam, maka api tersebut tergolong dalam kelas
D.
ALAT PEMADAM API
Seperti
telah diuraikan di atas. Bahwa kejadian kebakaran adalah merupakan ancaman bagi
kehidupan, karena pada umumnya kejadian kebakaran akan membawa kerugian harta
benda. Bahkan tidak jarang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa
Untuk
menanggulangi ancaman bahaya kebakaran tersebut salah satu cara adalah dengan
menyediakan alat pemadam api
1.
Secara modern
bentuk pemadam api adalah…
a.
Alat pemadam api
yang dirakit secara tetap pada bangunan.
b.
Alat pemadam api
yang dirakit secara tetap pada kendaraan
c.
Alaat pemadam
api yang mudah dibawa-bawa / dipindah-pindahkan
2.
Jenis alat
pemadam portable
a.
Alat pemadam api
tradisional / sederhana
b.
Alat pemadam api
modern
3.
Alat pemadam api
modern yang perlu diketahui antara lain :
a.
Water pressurized
type
b.
Chemical foam
type
c.
Karbon diokside
type
d.
Halon carbon
type
Tidak ada komentar:
Posting Komentar