Rabu, 26 Maret 2014

perlindungan kebakaran


PENCEGAHAN DAN PERLINDUNGAN KEBAKARAN 

A.    BAHAYA KEBAKARAN DAN TANGGUNG JAWAB
Pada dasarnya kejadian kebakaran adalah merupakan ancaman bagi kehidupan, karena pada umumnya kejadian kebakaran akan membawa kerugian harta benda yang tidak sedikit, bahkan tidak jarang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Disamping itu terjadinya suatu kebakaran secara langsung akan mempengaruhi kegiatan pelaksanaan pekerjaan atau kegiatan-kegiatan lainnya.
Penanggulangan kebakaran tidah hanya merupakan tanggung jawab petugas pemadam kebakaran terapi juga tanggung jawab bersama, mengingat :


1.      Akibat daru suatu peristiwa kebakaran secara langsung akan mempengaruhi jalannya pekerjaan dalam mencapai prestasi
2.      Terbatasnya jumlah personil dan fasilitas pemadam kebakaran
3.      Luas wilayah yang harus mendapat perhatian dari petugas pemadam kebakaran, serta kemungkinan adanya tempat-tempat yang sulit dicapai apabila tejadi kebakaran
4.      Adanya bermacam-macam kegiatan yang sulit untuk pengaturan dan pengawasan.

B.     BAHAYA KEBAKARAN
Pada dasarnya bahaya kebakaran dapat digolongkan atas 3 tingkat yaitu “
1.      Tingkat bahaya ringan  ( light hazard )
Adalah suatu keadaan dimana terdapat sejumlah benda-benda kecil yang terbakar atau yang mudah terbakar, dan hanya akan menimbulkan bahaya ringan apabila terjadi kebakaran serta meluasnya kebakaran sulit terjadi.

2.      Tingkat bahaya sedang ( ordinary hazard )
Adalah suatu keadaan dimana terdapat dalam jumlah cukup besar banda-benda yang dapat terbakar / mudah terbakar, dan akan menimbulkan bahaya relatife cukup besar apabila terjadi kebakaran, serta meluasnya kebakaran akan dapat berlangsung secara cepat.

3.      Tingkat bahaya berat ( extra hazard )
Adalah suatu keadaan dimana terdapat benda-benda yang dapat terbakar atau mudah terbakar dalam jumlah yang besar, dan akan menimbulkan bahaya besar apabila terjadi kebakaran, serta meluasnya kebakaran akan dapat berlangsung secara cepat.

C.    FAKTOR PENYEBAB KEBAKARAN
Terjadinya kebakaran dapat disebabkan beberapa faktor, antara lain sebagai berikut :
1.      Faktor manusia
2.      Faktor peralatan
3.      Faktor alam
4.      Faktor benda / barang berbahaya
5.      Faktor kecelakaan

D.    PROSES TERJADINYA KEBAKARAN
Terjadinya kebakaran adalah merupakan suatu proses yang berkelanjutan, dimana proses tersebut juga merupakan peristiwa reaksi kimia, dengan unsur-unsur yang terlibat didalamnya anatara lain :
1.      Adanya bahan bakar dan benda-benda yang dapat terbakar
2.      Adanya gas oksigen / O2 yang jumlah persentasenya cukup memeadai untuk proses pembakaran
3.      Adanya sumber nyala yang dapat menimbulkan kebakaran

E.     PENANGGULANGAN KEBAKARAN
Telah kita ketahui bahwa dari suatu kejadian kebakaran dapat menimbulkan bermacam-macam akibat, antara lain dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda
Tentunya kejadian tersebut tidak kita inginkan, oleh karena itu dipikirkan tindakan dalam penanggulangannya.
Pada umumnya penanggulangan bahaya kebakaran dapat dibagi menjadi 3 tingkat, meliputi :
1.      Mencagah terjadinya kebakaran
Mencegah terjadinya kebakaran adalah merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran
Tindakan-tindakan itu harus dilakukan oleh setiap orang untuk itu diharapkan pengertian dan kesadaran agar dapat melaksanakan apa yang menjadi tujuan, maka perlu adanya pengarahan dan bimbingan mengenai pencegahan bahaya kebakaran kepada semua orang, khususnya yang berada disekitar lingkungan kerja.
2.      Perlindungan bahaya kebakaran
Perlindungan bahaya kebakaran adalah tindakan yang dilakukan guna melindungi dari bahaya kebakaran, sehingga tidak terbakar dalam turut waktu tertentu atau mencegah meluasnya kebakaran ketempat lain sebelum penanggulangan lebih lanjut
3.      Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran adalah salah satu tindakan dalam penanggulangan kebakaran bersifat represif
.
F.      TINDAKAN UMUM PENCEGAHAN KEBAKARAN DAN PERLINDUNGAN BAHAYA KEBAKARAN
Sehubungan dengan adanya beberapa faktor penyebab kebakaran, dan perlindungan terhadap bahaya kebakaran.
1.      Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk pencegahan kebakaran dan perlindungan bahaya kebakaran.
a.       Memberikan pengertian kepada pegawai/pekerja di lingkungan kerja , tentang masalah pencegahan kebakaran dan perlindungan bahaya kebakaran
b.      Latihan pengumuman alat-alat pemadam dan cara-cara pelaksanaan pemadam yang bersifat pemadam pertama.
c.       Periksa, tanggap dan teliti terhadap keadaan sekitar lingkungan yang berhubungan dengan masalah kebakaran.
2.      Tindakan yang dilakukan guna pencegahan kebakaran yang disebabkan oleh peralatan lain, antara lain yaitu :
a.       Adanya peraturan tentang standar / tolak ukur dalam hal pembuatan suatu barang
b.      Pengawasan, peneliti dan pengujian terhadap kualitas barang
c.       Petunjuk pengguna dari suatu barang
d.      Pengawasan jangka waktu pengguna barang
3.      Tindakan yang disebabkan oleh alam, antara lain:
a.       Adanya penelitian terhadap kemampuan orang-orang yang akan melakukan sesuatu pekerjaan.
b.      Adanya pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.

G.     KETENTUAN UMUM PENCEGAHAN KEBAKARAN
1.      Penempatan dan pengaturan barang, antara lain :
a.       Tidak boleh menyimpan barang-barang secara campur
b.      Pada tempat penyimpanan barang tersedia alat pemadam
c.       Dilarang menyimpan bahan bakar, lap bekas bahan bakar, dan barang berbahaya pada tempat penyimpanan barang.
2.      Penenpatan alat pemadam, antara lain
a.       Alat pemadam yang ditempatkan harus sesuai dengan jenis kebakaran yang mungkin terjadi.
b.      Alat pemadam harus terlihat dengan jelas
c.       Alat pemadam yang ditempatkan harus mudah diambil
3.      Latihan penggunaan alat-alat pemadam
4.      Peraturan pencegahan kebakaran dan perlindungan bahaya kebakaran
5.      Pemeriksaan / penelitian dan pengawasan pencegahan kebakaran harus dilakukan secara terus menerus terhadap keadaan, kejadian atau kegiatan disekitar lingkungan kerja, antara lain :
a.       Tempat-tempat prmbuangan sampah
b.      Tempat-tempat dan pelaksanaan pengisian bahan bakar
c.       Tempat-tempat penyimpanan dan memperbaiki pesawat terbang
d.      Kendaraan-kendaraan yang keluar masuk apron
e.       Alat-alat pemadam yang ditempatkan

H.    PERATURAN PENCEGAHAN KEBAKARAN
1.      Peraturan pengisian dan pengosongan bahan bakar pesawat udara didarat
2.      Bahaya kebakaran dapat terjadi pada pelaksanaan pengisian / pengosongan bahan bakar
a.       Listrik statis
Listrik statis adalah penimbunan muatan listrik statis dapat terjadi antara lain : tindakan pengamanan guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat di akibatkan listrik statis adalah dengan cara melaksanakan bonding dan groding sebelum pelaksanaan pengisian atau pengosongan bahan bakar yaitu :
1.      Sewaktu melakukan pengisian atau pengosongan bahab bakar
2.      Pada saat pesawat udara melakukan pergerakan didarat atau diudara
3.      Kendaraan-kendaraan atau peralatan yang berada ban karet dan sebagainya
b.      Kegiatan pelaksanaan pengisian / pengosongan bahan bakar
Pada waktu pelaksanaan ini dapat terjadi bahaya kebakaran yang di akibatkan antara lain
1.      Para petugas pelaksana tidak ahli dalam bidangnya
2.      Kecerobohan atau kelalaian
3.      Terjadinya limpahan bahan bakar
c.       Kegiatan lain dalam lingkungan tempat pengisian / pengosongan bahan bakarantara lain
1.      Adanya perbaikan pesawat udara dimana sedang dilakukan pengisian atau pengosongan bahan bakar
2.      Adaanya kendaraan. Peralatan atau orang-orang yang melintasi daerah pengisian atau pengosongan bahan bakar
d.      Kegiatan / kejadian disekitar lingkungan tempat pengisian / pengosongan bahan bakar antara lain :
1.      Kegiatan diaekitar pengisian / pengosongan bahan bakar yang dapat menimbulkan sumber nyala
2.      Penggunaan alat-alat penerang
3.      Keadaan cuaca yang buruk seperti terjadinya petir

PENGETAHUAN DASAR API
Seperti telah dikemukakan di atas reaksi terjadinya api dari tiga jenis yang dapat terjadinya api dari tiga jenis unsur yaitu :
1.      Fuel ( bahan bakar )
a.       Pengertian Fuel ( bahan bakar )
Fuel ( bahan bakar ) adalah semua jenis yang dapat terbakar
b.      Jenis bahan bakar
Bahan bakar pada umumnya terbagi atas 3 ( tiga ) jenis, antara lain :
1.      Jenis bahan bakar padat
2.      Jenis bahan bakar gas
3.      Jenis bahan bakar cair
c.       Sifat umum bahan bakar :
Setiap jenis bahan bakar mempunyai sifat-sifat khusus, tetapi pada prinsipnya semua jenis bahan bakar mempunyai sifat-sifat umum, antara lain :
1.      Mudah terbakar
2.      Dapat terbakar
d.      Cara penanggulangan / pemadaman api
e.       Secara efektif dan efesien dalam penanggulangan / pemadaman api, maka salah satu hal yang penting adalah mengetahui cara yang dipergunakan dalam pemadaman api.

Pada dasarnya untuk pelaksanaan pemadaman api terdapat 4 ( empat ) cara. Dan dari keempat cara tersebut kita dapat memilih cara mana yang paling tepat untuk dipergunakan tergantung dari situasi dan kondisi yang teajadi.
Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Pemadam api dengan cara mendinginkan
b.      Pemadam api dengan cara menurunkan prossentase O2
c.       Pemadam api dengan cara reaksi pembakaran

2.      Oksigen / O2 ( zat asam )
a.       Pengaertian Oksigen / O2 ( zat asam )
Oksigen / O2 ( zat asam ) adalah suatu jenis gas yang sangat diperlukan dalam proses kehidupan bagi semua mahluk
b.      Proses oksigen / O2 di udara :
Udara terdiri atas bermacam-macam gas dengan komposisi sebagai berikutn:
1.      Gas nitrogen / N2          :             ± 78%
2.      Gas oksigen / O2           :             ± 21%
3.      Gas karbon di oksida     :             ± 1%
Jumlah gas oksigen / O2 yang prosentasenya 21% inilah yang selalu dibutuhkan untuk proses kehidupan.
c.       Fungsi oksigen / O2 pada terjadinya api ( pembakaran )
Gas olsigen merupakan salah satu unsur yang harus ada, sehingga tanpa oksigen api tidak dapat terjadi.
Pada keadaan normal, dimana jumlah prosentasenya gas oksigen di udara adalah 21% merupakan satu jumlah yang cukup memadai untuk suatu proses terjadinya api, dan jumlah minimal prosentasi oksigen diudara yang masih dapat membantu dalam proses tejadinya api adalah 15%.

3.      Source of ignation ( sumber nyala )
1.      Pengertian sumber panas dan sumber nyala
a.       Sember panas adalah semua benda atau kejadian yang menimbulkan panas
b.      Sumber nyala adalah semua benda atau kejadian yang menghasilkan atau menimbulkan panas pada suatu tingkat temperatur tertentu dan telah dianggap berbahaya bagi timbulnya api / kebakaran.
2.      Terjadinya sumber nyala
Ada beberapa faktor penyebab terjadinya sumber nyala, antara lain :
a.       Sumber nyala terjadi karena proses / peristiwa alam
b.      Sumber nyala terjadi karena proses / peristiwa kimia
c.       Sumber nyala terjadi karena proses / peristiwa listrik
d.      Sumber nyala terjadi karena proses / peristiwa mekanik
e.       Sumber nyala terjadi karena proses / peristiwa nuklir.

KLASIFIKASI API
Pada dasarnya semua api yang tejadi adalah sama, tetapi kalau dilihat dari jenis benda atau jenis bahan bakar dimana api tersebut jadi, maka api tersebut dapat disebabkan atas beberapa kelas yaitu :
1.      Apabila api yang terjadi dari benda atau bahan bakar padat, maka api tersebut tergolong dalam kelas A
2.      Apabila api yang terjadi dari jenis benda / bahan bakar cair atau gas, maka api tersebut tergolong dalam api kelas B
3.      Apabila api yang terjadi dari semua jenis benda atau bahan bakar, dimana api tersebut mengandung aliran listrik. Maka api tersebut tergolong dalam api kelas C
4.      Apabila api yang terjadi dari benda-benda metal / logam, maka api tersebut tergolong dalam kelas D.

ALAT PEMADAM API
Seperti telah diuraikan di atas. Bahwa kejadian kebakaran adalah merupakan ancaman bagi kehidupan, karena pada umumnya kejadian kebakaran akan membawa kerugian harta benda. Bahkan tidak jarang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa
Untuk menanggulangi ancaman bahaya kebakaran tersebut salah satu cara adalah dengan menyediakan alat pemadam api
1.      Secara modern bentuk pemadam api adalah…
a.       Alat pemadam api yang dirakit secara tetap pada bangunan.
b.      Alat pemadam api yang dirakit secara tetap pada kendaraan
c.       Alaat pemadam api yang mudah dibawa-bawa / dipindah-pindahkan
2.         Jenis alat pemadam portable
a.       Alat pemadam api tradisional / sederhana
b.      Alat pemadam api modern
3.         Alat pemadam api modern yang perlu diketahui antara lain :
a.       Water pressurized type
b.      Chemical foam type
c.       Karbon diokside type
d.      Halon carbon type

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar